Kalkulator average down membantu Anda menghitung harga rata-rata baru setelah membeli saham yang sama di harga lebih rendah. Masukkan posisi awal dan rencana pembelian tambahan, lalu lihat harga rata-rata baru, total modal, dan seberapa besar kenaikan harga yang dibutuhkan untuk kembali ke titik impas.
1. Posisi saat ini
1 lot = 100 lembar saham. Gunakan harga rata-rata yang tertera di aplikasi sekuritas Anda.
2. Rencana pembelian tambahan
Tambahkan satu atau beberapa pembelian di harga berbeda.
3. Hasil
Bonus: berapa lot untuk mencapai target harga rata-rata?
Memakai posisi awal di bagian 1 dan biaya broker yang sama.
Cara Menggunakan Kalkulator Average Down
- Isi harga rata-rata awal dan jumlah lot yang sudah Anda miliki.
- Isi harga saat ini untuk melihat posisi untung/rugi sebelum dan sesudah average down (opsional).
- Masukkan harga dan jumlah lot untuk setiap rencana pembelian tambahan.
- Hasil dan grafik akan diperbarui otomatis.
Rumus Harga Rata-Rata (Average Price)
Harga rata-rata baru = Total modal ÷ Total lembar saham
Contoh: Anda memiliki 10 lot di harga rata-rata Rp1.500, lalu membeli 10 lot lagi di Rp1.200 (tanpa biaya broker). Total modal = (1.000 × Rp1.500) + (1.000 × Rp1.200) = Rp2.700.000. Total lembar = 2.000. Harga rata-rata baru = Rp2.700.000 ÷ 2.000 = Rp1.350.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Average down menurunkan harga rata-rata, tetapi juga memperbesar modal yang dipertaruhkan. Jika harga terus turun, kerugian dalam rupiah ikut membesar.
- Average down umumnya hanya masuk akal jika alasan Anda membeli saham tersebut masih berlaku, misalnya kinerja perusahaan tetap baik. Penurunan harga karena fundamental yang memburuk berbeda dengan penurunan karena sentimen sementara.
- Hasil kalkulator belum memperhitungkan pajak penjualan dan biaya jual broker.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu average down?
Average down adalah strategi membeli kembali saham yang sama di harga lebih rendah dari harga rata-rata awal, sehingga harga rata-rata kepemilikan menjadi lebih rendah.
Apa bedanya average down dan average up?
Average down dilakukan saat harga turun di bawah harga rata-rata, sedangkan average up adalah membeli tambahan saat harga sudah naik di atas harga rata-rata.
Berapa lembar saham dalam 1 lot?
Di Bursa Efek Indonesia, 1 lot sama dengan 100 lembar saham.
Kalkulator ini adalah alat bantu hitung untuk tujuan edukasi, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu.